February 17th, 2010
admin
Setelah menunggu cukup lama, Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) untuk Divre 1 Sumut yang diberi nama “Sri Lelawangsa” akhirnya diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi oleh Dirjen Perkeretaapian Ir. Tundjung Inderawan Msi. pada hari Selasa, 16 Februari 2010 di Stasiun Besar Medan. Rencana peresmian ini sempat mengalami penundaan beberapa kali sejak Desember 2009 sampai Januari 2010, namun akhirnya diresmikan juga. Nama “Sri Lelawangsa” ini sendiri kabarnya dipilih oleh Gubernur Sumatera, Syamsul Arifin yang memiliki gelar “Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah”. Selain itu, nama ini juga kabarnya adalah nama salah satu pembesar dari zaman Kerajaan Sriwijaya. Peresmian dilanjutkan dengan melakukan perjalanan perdana kedua set KRDI ini. Set pertama berjalan menuju Belawan dan satu set lagi menuju Tebing Tinggi. Ikut dalam perjalanan ke Belawan yakni Wamenhub Bambang Susantono, Dirjen KA, dan para Petinggi KA Divre 1 beserta jajarannya. Read more…
Dalam sejarahnya, perkereta apian di Sumatera Utara mengalami pasang surut dan trend yang berubah-ubah, dinamis mengikuti permintaan perkembangan zaman. Begitu juga dengan rangkaian kereta api di Sumatera Utara, ada yang datang dan ada yang pergi… ada yang baru dan ada yang akhirnya terpaksa dihapuskan…
Dalam postingan berikut ini, Sdr. Andrea Rio sebagai kontributor blog, yang sekaligus juga merupakan seorang Railfans ‘die-hard’ dari Divisi Regional 1 Sumatera Utara dan NAD, akan mencoba untuk menceritakan kembali sekelumit sejarah hidup dari beberapa rangkaian kereta api yang sempat jaya di bumi Sumatera Utara, yakni rangkaian KA Putri Ungu, KA Kinantan, KA Dolok Martimbang dan KRD Sri Langkat… Semoga dapat mendatangkan pengetahuan baru, selamat membaca. -greg-
Read more…
Categories: Kereta Api Tags: Dolok Martimbang, Kereta Api, Kinantan, KRD, Lokomotif, Putri Hijau, Putri Ungu, Sejarah, Siantar Ekspress, Sri Langkat, stasiun, Sumatera Utara
November 25th, 2009
admin
Touchdown di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh diiringi decak kagum… keren bandaranya, baru, besar, bersih, megah dan wah!… beda banget dengan bandara keberangkatan gw di Polonia Medan.. hahaha… (tapi ini just for a while bro, ntar kalo bandara baru Medan di Kualanamu selesai, pasti juga gak kalah kerennya… ^^..). Dari Bandara, ternyata perut sempet juga protes… so tanpa banyak cerita, kami lanjutkan dulu perjalanan ke sebuah rumah makan di jalan lintas antara Bandara dan kota Banda Aceh. Nama rumah makannya “Rm. Cut Dek”… maksud hati bukan mau promosi, tapi di rumah makan inilah buat pertama kalinya gw makan masakan ayam dengan nama “Ayam Tangkap!”…. hehehe… jadi masakan ayam ini sebenernya adalah ayam kampung yang dipotong kecil-kecil dan dimasak campur dengan dedaunan (gw lupa nama daunnya apa) dan cabe ijo utuh yang digoreng sampe garing… Gurihnya ayam dan uniknya rasa daun yang digoreng sampe ‘kemripik’ bikin gw pengen nambah terus! sensasi rasanya seru… hehehe… kenapa disebut ayam tangkap ya? nama ayam tangkap sendiri mungkin dikarenakan saking banyaknya daun yang nutupin ayam jadi kalo mau makan potongan ayam tersebut harus “ditangkap” (dicari, diaduk-aduk, diubek-ubek sampe “ketangkep”) kwkwkwk.. tapi ga tau juga sih, ini cuma pendapat ngasal gw aja…. tapi overall kata gw sih, enak! heheheh…


Read more…
November 25th, 2009
admin
Sukabumi, sebuah kota kecil berhawa sejuk adem yang berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango Provinsi Jawa Barat, memiliki reputasi yang lumayan beken akan potensi alam. Beberapa potensi wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi salah satunya adalah wisata Air terjun (“curug” dalam bahasa sunda) dan danau (“situ” also in sundanese). Air terjun yang terdapat di kawasan konservasi alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini adalah Curug Cibeureum di daerah Perbawati, Selabintana dan Curug Sawer di daerah Situgunung, Kadudampit. Selain curug, ada juga danau diatas gunung yang memiliki nama Situgunung (Situ = danau, dimana situgunung berarti danau di gunung). Tulisan gw kali ini mau menceritakan perjalanan gw treking ke tempat-tempat tersebut.
CURUG CIBEUREUM – Perbawati, Selabintana
Curug Cibeureum merupakan air terjun yang terletak di daerah Perbawati, Selabintana, Kabupaten Sukabumi. Cara mencapai lokasi awal untuk treking ini dari kota Sukabumi adalah dengan naik angkutan umum (angkot) no. 10 berwarna merah lintasan Sukabumi – Selabintana. Berhubung angkutan umum ini hanya melayani perjalanan sampai di tempat wisata dan penginapan bernama “Hotel Selabintana” maka perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki lewat jalan setapak di belakang hotel melalui perkebunan teh dan lokasi perkemahan yang bernama Pondok Halimun. Apabila tidak mau repot, maka angkutan umum ini pun sebetulnya bisa di carter langsung dari Sukabumi menuju ke Pondok Halimun (dengan ongkos yang lebih mahal tentunya, kira-kira Rp. 10.000 / orang).
Pondok Halimun ini merupakan salah satu pintu masuk ke kawasan konservasi alam TNGGP, pintu masuk kawasan ini terdapat di kadudampit, yakni pintu masuk Situgunung.


Read more…
Kereta Api Feeder Binjai
KA Feeder merupakan kereta api yang didedikasikan sebagai kereta “penjemput/pengumpan” penumpang yang berada di stasiun yang letaknya relatif tak jauh dari stasiun utama. Umumnya, para penumpang ini memiliki tujuan perjalanan yang kereta apinya diberangkatkan dari stasiun utama. Di daerah kerja PT KA Divre 1 Medan juga terdapat KA feeder, yakni KA Feeder Binjai (sebuah daerah yang berada sekitar 20 km dari kota Medan). KA Feeder Binjai ini terdiri atas beberapa jenis KA feeder, yakni KA feeder ekonomi plus relasi Medan – Tanjung Balai dan KA feeder bisnis Sribilah relasi Medan – Rantau Prapat. Rangkaian KA feeder ini begitu sampai di stasiun utama (Stasiun Medan) akan dilangsir dan digabung dengan rangkaian KA sebenarnya yang memiliki tujuan seperti diatas.


Read more…
Recent Comments