
Sekilas tentang Stasiun Besar KA Medan. Melihat kondisinya sih stasiun ini gak jauh-jauh amat bedanya sama stasiun yang ada di Jawa, kayak lempuyangan di jogja, kiara condong di Bandung.. yang sama-sama keliatan kusem n kumuh, bau pesing, banyak sampah, de el el.. (tipikal stasiun kereta api kelas ekonomi yak? ^^’).. tapi berhubung gw mah demen2 aje nongkrang nongkrong cuma ngeliatin kereta sampe bego, jadinya itu semua gw anggep bonus aja dah. Bedanya dengan stasiun yang umumnya merupakan peninggalan jaman belanda punya, ni stasiun arsitekturnya rada gak jelas, bentuk fasade yang aneh, peron yang pendek banget sampe rasanya tangan bisa menggapai langit-langit, udah gitu gelap pula… Katanya sih dulu stasiun ini juga merupakan peninggalan jaman Belanda dengan bangunan fisik yang kokoh menantang zaman, tapi ternyata kemudian dihancurkan oleh tangan-tangan yang kurang care terhadap sebuah cultural heritage. Dari puing-puingnya kemudian dibangun lagi sebuah bangunan yang katanya lebih modern, hasilnya ya kayak gitu deh jadinya… sangat disayangkan aja…
Hal yang tersisa dari kompleks bangunan stasiun lama adalah adanya menara dengan jam di bagian muka stasiun, keberadaan dipo lokomotif yang masih berarsitektur belanda, bagian atap peron yang menaungi spoor 2 dan 3 stasiun ini, serta titi gantung (jembatan gantung, titi = jembatan in gaya bahasa medan) di ujung sebelah selatan stasiun ini. Jembatan yang menghubungkan antara sisi barat dan timur stasiun ini seringkali digunakan para pencinta kereta api maupun masyarakat yang sekedar ingin melihat stasiun dan kereta api secara lebih nyaman karena dapat melihat keseluruhan pemandangan stasiun secara panoramic view.
Rel yang terdapat di Stasiun ini membujur dari Utara ke Selatan. Rel yang mengarah ke selatan merupakan rel dengan arah perjalanan ke Tebing Tinggi, Kisaran, Tanjung Balai, Pematang Siantar dan Rantau Prapat, sedangkan rel yang mengarah ke utara merupakan arah perjalanan ke Belawan, Binjai dan Besitang.
Stasiun Besar KA Medan ini melayani KA eksekutif dan bisnis “Sribilah” dengan tujuan Medan – Rantauprapat, KA ekonomi “Putri Deli” jurusan Medan – Tanjung Balai, KA “Siantar Ekspress” jurusan Medan – Pematangsiantar dan KA Feeder “Putri Deli” jurusan Medan – Binjai, juga melayani KA barang pengangkut BBM, CPO, PKO, Lateks dan pupuk . Selain itu ada juga beberapa jalur yang akhirnya ditutup baik karena merugi secara ekonomis berhubung gada lagi penumpangnya maupun karena jalur yang sudah tidak layak digunakan. Contohnya adalah jalur Medan – Pancur Batu, Medan – Delitua, Binjai – Kuala, Lubuk Pakam – Bangun purba, dan Binjai – Besitang – Pangkalan Susu.
Dibawah ini ada sebagian foto lokomotif seri BB 301, BB 302 dan BB 306 yang digunakan oleh Divisi Regional I Sumatera Utara & NAD… Hingga kini belum ada lokomotif-lokomotif seri baru yang menggelinding di jalur sumatera utara, tapi katanya sih nanti akan dikirimkan satu set KRDI baru dari PT INKA untuk melayani jalur-jalur komuter jarak dekat di Medan dan sekitarnya, yakni jalur Binjai – Medan -Belawan. Selain itu ditambah juga dengan adanya rencana pembangunan track baru mendukung rencana integrasi transportasi antara kereta api dengan pesawat terbang di Bandara baru Medan di Kuala Namu…







infonya bagus pak…. saya buat artikel tentang Danau toba,,, salah satu linknya saya buat ke blog ini.. mohon ijinnya…
artikelnya bagus ^^ bisa minta tolong informasi yang lebih lengkap lagi mengenai kereta api di sumatera utara. karena rencananya bulan april nanti kami akan coba naik kereta disana… thanks
Mengenai informasi sekitar kereta api di sumut, bisa anda temukan di postingan-postingan lain dalam blog ini… apabila sekiranya anda membutuhkan jadwal keberangkatan KA di Sumut, silakan tuliskan alamat email anda, nanti akan saya kirimkan via japri. Terimakasih. salam jumpa di Sumut. Horas!
infonya bagus kawan….^^ punya info sejarah tentang stasiun ini ga? dishare dung…thanks…^^
Terimakasih Mas Fakhri… mengenai sejarah stasiun KA Medan, masih dalam penyusunan, nanti kalau sudah selesai akan saya upload. makasih udah mampir dan nulis komentar. ^^
mohon informasinya, rencananya november nanti saya mau pergi kedaerah tanjung balai, yang saya tanyakan kalo dari bandara polonia ke stasiun besar medan transportasi umum apa yang bisa digunakan, dan kalo bisa sekalian ongkosnya, trims ya
gan klau kreta di sumatera utara itu panjang rel yang masih aktif berapa km ? trus ada ga kereta sampai ke Banda Aceh ? Terimakasih gan
Artikel yang sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang mode angkutan kereta api di Sumatera Utara……
mas admin,
mau dong jadwal kereta api medan – rantau prapat ( lengkap dgn jenis kereta api dan ongkosnya ).
Urgent ! tolong kirim ke alamat email saya. thanks.
@Evi: Dari Bandara Polonia ke Stasiun Besar Medan banyak pilihan transportasinya. Di Bandara terdapat taksi bandara yang bisa langsung mengentarkan mbak evi langsung dari pintu kedatangan bandara ke stasiun. ongkosnya biasanya sudah fix antara 30-50 ribu. kalo mau lebih murah ya harus keluar dulu dari kompleks bandara. terdapat banyak pilihan mulai dari taksi (umum / bukan taksi bandara) yang menggunakan argometer (bayar minimum 20 ribu) yang saya rekomendasikan adalah taksi EKA atau taksi Express. Ada juga becak mesin dan ojek. besar ongkosnya tergantung hasil negosiasi / tawar menawar, namun umumnya antara 10-15 ribu. tks sudah mampir
@Aloy: Panjang Rel KA yang hingga kini masih aktif di Sumatera Utara adalah sepanjang -/+ 380 km. yang membentang dari Medan – Binjai, Medan – Belawan, Medan – Rantau Prapat, Tabing Tinggi – Siantar dan Kisaran – Tanjung Balai. Untuk kereta Ke Aceh saat ini sudah tidak ada lagi. jalur KA Sumut yang menuju ke Besitang sudah ditutup. begitu juga jalur KA di Aceh yang sudah lama ditutup dan hingga kini belum jelas apakah akan dibangun kembali atau tidak. tks sudah mampir
@Yadi: Terimakasih untuk komentarnya mas Yadi.
@Sri Purwanti: KA Medan – Rantau Prapat dilayani oleh rangkaian KA Eksekutif/bisnis Sribilah. ada 4 kali pemberangkatan dari Medan;
1. KA Sribilah U2 berangkat pukul 08.00 pagi dari Medan
2. KA Sribilah U4 berangkat pukul 10.30 siang dari Medan
3. KA Sribilah U6 berangkat pukul 15.00 sore dari Medan
4. KA Sribilah U8 berangkat pukul 22.50 malam dari Medan
harga tiket normal antara 60.000 s/d 75.000
terimakasih sudah mampir ya mbak.