Papan Nama Stasiun KA
Buat masyarakat yang sering menggunakan jasa transportasi Kereta Api, pastilah pernah ngeliat papan nama stasiun yang berada di ujung jalur masuk dan keluar sebuah stasiun kereta api. Papan berwarna biru dengan logo PT KAI warna orange dan tulisan nama stasiun berwarna putih plus tambahan keterangan berupa tanda “+” (tambah) dengan diikuti beberapa digit angka sekaligus satuan “m” (meter). Berikut ini adalah contoh bentuk papan nama stasiun tersebut.

Pada umumnya, orang-orang gak ngerti apa sih arti dari tanda “+ xxx m” tersebut (termasuk gw sendiri pada awalnya). Dulu sih gw sempet berpikir kalo tanda itu menunjukkan panjang dari bangunan stasiun tersebut. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin lama diperhatikan, masak sih ada stasiun yang panjangnya +2m ato +4m…. ??? bingunglah gw… hahahaha… stasiun apaan coba yang panjangnya cuma 4m? ^^’…
Ternyata tanda “+ xxx m” tadi menunjukkan ketinggian stasiun tersebut dari permukaan laut; jadi untuk contoh papan nama stasiun Sukabumi diatas berarti mau ngasih keterangan kalo stasiun Sukabumi tu berada di ketinggian 583 meter diatas permukaan laut… hahaha… glondang!… kalo dipikir-pikir sih memang sepele, tapi ya ternyata gak semua orang ngerti apa artinya, so ini cuma sebagai informasi aja… hehehe…
Selain itu ada lagi yang mau gw ceritain, yaitu mengenai petunjuk (keterangan) yang ada di bagian samping kereta penumpang yang bentuknya kayak gini ni…

berhubung pada gambar diatas nggak keliatan tulisannya karena jauh banget… hehehehe… sori ^^… ni gw kasi contoh gambar yang agak gedean supaya tulisannya bisa jelas…

Ini keterangannya… (sesuai penomoran ya)
1. Menunjukkan jenis dan kelas kereta (1-4 digit). K1 : Kelas Eksekutif, K2 : Kelas Bisnis, K3: Kelas Ekonomi, KM: Kereta Makan, M: Kompartemen, KMP: kereta makan dengan pembangkit genset, MP: kompertamen dengan pembangkit genset, KP: Kereta Penumpang dengan pembengkit genset, BP: Begasi (tempat barang) dengan pembangkit genset, B: Begasi: Tempat barang
2. Tahun pembuatan kereta (2 digit)
3. Jenis Suspensi yang dipasang pada kereta (1 digit)
4. Sekuen, no urut kereta saat pembuatan (2 digit)
5. R = Rebuilt / Renovasi (terdapat pada kereta penumpang tertentu)
6. Lokasi dipo kereta penumpang tersebut berada (2-4 digit). JAKK: Jakarta Kota, BD: Bandung, CN: Cirebon, PWT: Purwokerto, YK: Yogkakarta, SLO: Solo, MN: Madiun, ML: Malang, SDT: Sidotopo, BW: Banyuwangi, SBI: Surabaya Pasar Turi, SMT: Semarang Tawang, SMC: Semarang Poncol, RK: Rangkas Bitung
7. AC – TS : Kereta penumpang dengan pendingin (AC) dan instalasi listrik, TS: Kereta penumpang yang hanya dilengkapi dengan instalasi listrik saja, BK: Berat Kosong kereta penumpang dalam satuan KG
8. 220/380 V : Tegangan listrik dari kereta penumpang. 32000 kg: Berat kosong kereta
9. MD: Mulai Dinas (tanggal pertama kereta penumpang tersebut beroperasi), PA: Pemeriksaan akhir (pengecekan menyeluruh dari kereta penumpang). PA dilakukan di bengkel khusus kereta penumpang yang dinamakan Balai Yasa. Ada 3 tempat Balai Yasa untuk kereta penumpang; MRI: Manggarai, TG: Tegal, SGU: Surabaya Gubeng. PA YAD: Pemeriksaan Akhir Yang Akan Datang (Jadwal PA selanjutnya dari kereta penumpang tersebut)
10. Tanggal dilakukannya MD, PA, PA YAD
11. Tempat Menuliskan tanggal pelaksanaan pelumasan kereta penumpang setiap bulannya.
Nah… sekarang tambah ngerti kan? hehehe… semoga membantu…


Alus pisan eta KA-na
Mari kita lestarikan budaya bangsa asli dengan mencintai dan bangga memakai produk dalam negeri
Mari kita lestarikan sejarah asli Bangsa Indonesia seperti Istana Maimoon dan Meriam Poentoeng
Dan tentunya membayar listrik tepat pada waktunya
Hidup Extrimmmmmmmm
Dirt Bike Is Not A Crime, 100 % Asphalt Free
kwakakakaka… iklan pisan… hemat energi hemat biaya! kwkwkwkw…