Monumen Lokomotif Uap di Stasiun KA Besar Medan
Banyak yang lihat tapi nggak banyak yang tahu mengenai lokomotif uap yang saat ini dijadikan monumen di samping bangunan Stasiun KA Besar Medan… Sesosok lokomotif uap berwarna hitam pudar yang seringkali ketutupan oleh sekian banyak spanduk dan baliho iklan yang menutupi pandangan, apalagi waktu pas pemilu caleg 2009 kemarin, wuhuhuhu… iklan semua! gak keliatan dah!.. keberadaannya menggelitik rasa ingin tahu gw, karena hampir selalu gw lewatin tempat ini dan gak tau apa-apa tentang lokomotif ini. Di lokasi monumen tersebut nggak ada plang ataupun petunjuk keterangan dari PT KA kalo ini tu lokomotif apa, dipakenya kapan, dsb… akhirnya gw coba kumpulin dah dari beberapa sumber sebagai upaya untuk ngasi sedikit informasi mengenai lokomotif ini… kalo ada yang gak pas sori ya, namanya juga usaha… heuehuehueh… here it goes…
Jalan rel di Sumatra Utara dibangun oleh perusahaan swasta Deli Spoorweg Mij (DSM) antara tahun 1886 sampai tahun 1931. Pembangunan jalur ini bekerja sama dengan perusahaan perkebunan di daerah Sumatera Utara yang banyak menghasilkan minyak sawit dan lateks untuk tujuan ekspor yang disalurkan melalui pelabuhan Belawan Medan.
Salah satu lokomotif uap yang digunakan saat itu adalah lokomotif uap bertipe 2-6-4T buatan pabrik Hartmann di Chemnitz, Jerman (yang kemudian produksinya dilanjutkan oleh Werkspoor di Amsterdam, Belanda). Sistem penomoran lokomotif di daerah Sumatera Utara ketika itu menggunakan penomoran sistem jerman dan nggak pake penomoran sistem jepang (penomoran seperti saat ini yang menggunakan huruf seperti B, C, BB, CC, D, E… jelasnya klik disini – thanx to Indra Khrisnamurti) Nah, lokomotif 2-6-4T yang akhirnya dimonumenkan di samping Stasiun Medan ini hanya memiliki pelat berukuran kecil bertuliskan angka 38 di depan, samping dan belakang bodi lok sebagai satu-satunya identitas yang ada (yang artinya adalah lokomotif milik DSM dengan nomor urut 38), walaupun kecil pelat ini menunjukkan bahwa lokomotif ini dulunya berada dibawah Dipo Lokomotif Kisaran (thanx to lukman di forum semboyan35.com) . Akan tetapi ada seorang railfan dari luar negeri yang bilang kalo ni lokomotif sebenernya bukan lok DSM-38, melainkan DSM-35! cuma pelatnya doang yang bernomor 38. ha… lihat disini dan disini… yang bener yang mana ya?.. misterius amat sih asal-usulnya… Jadi, kalo iya ni adalah loko DSM-35 berarti ni lokomotif dulunya berada dibawah Dipo Loko Tebing tinggi dan bukan Dipo Loko Kisaran seperti yang tadi dah gw bilang… tapi ya udahlah, itu entar kita bahas lagi di topik yang akan datang… lanjuttt…
Lokomotif yang dibuat pada tahun 1914 ini memiliki susunan roda 2-6-4 dan berbobot 48.3 ton dengan 25.7 ton untuk adhesi. Memiliki dua buah silinder luar yang berukuran 390 x 550 mm dengan diameter driving wheel sebesar 1300mm. Tekanan dalam boiler sebesar 12.0 kg/cm2, tungku batubara seluas 2.0 m2 dengan permukaan pemanas seluas 78.3 m2 dan permukaan superheater seluas 20.5 m2. Biasanya lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian gerbong bermuatan sawit dan lateks dari sentra perkebunan sawit dan karet di sekitar labuhan batu dan rantau prapat sampai pelabuhan belawan dan sebaliknya.
Namun kejayaan untuk loko ini sudah berakhir, yang tersisa kini hanyalah bodi loko kosong yang berkarat dimana-mana, bahkan di lantai kabin masinis udah ada bagian yang bolong karena korosi tak tertahankan… Sepertinya perawatan pun hanya seadanya, cat hitam yang sudah mulai memudar dan sedikit bagian di sasis depan dan belakang yang masih terlihat berwarna merah.
Selain di Stasiun KA Besar Medan, salah satu sisa lokomotif 2-6-4T ini juga terdapat di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah, yaitu lokomotif DSM-55.


gw jg jadi penasaran bener neh tntg loko uap tuch
hehehe.. silakan aja mas ludy, tiap hari “buka” kok.. palagi sekarang 2-6-4T ini udah dibersihkan dan dicat ulang.. jadi keliatan lebih mak-nyuss lagi… selamat jalan-jalan…
Sering berangan angan.kita punya tanah air Indonesia..kita panggil kompeni2 belanda..dan bilang ma mereka.
tuan tolong dong uruskan negara ini seperti tempo doeloe…
tuan boleh ambil apa-apa yang tuan butuh, sesuai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Kita orang pribumi ga ada yang becus ngurus negara ini..
bawa Compagnie-Compagnie tuan..buat voc baru di sini.asal tdk ada unsur militer dalam nya…
so tuan londo ..anda tertarik ?
kwaakkakakakka…. arief rocks! ^^
ya payah deh