Home > Kereta Api > KA Feeder Binjai dan Jalur KA Medan – Binjai

KA Feeder Binjai dan Jalur KA Medan – Binjai

Kereta Api Feeder Binjai

KA Feeder merupakan kereta api yang didedikasikan sebagai kereta “penjemput/pengumpan” penumpang yang berada di stasiun yang letaknya relatif tak jauh dari stasiun utama. Umumnya, para penumpang ini memiliki tujuan perjalanan yang kereta apinya diberangkatkan dari stasiun utama. Di daerah kerja PT KA Divre 1 Medan juga terdapat KA feeder, yakni KA Feeder Binjai (sebuah daerah yang berada sekitar 20 km dari kota Medan). KA Feeder Binjai ini terdiri atas beberapa jenis KA feeder, yakni KA feeder ekonomi plus relasi Medan – Tanjung Balai dan KA feeder bisnis Sribilah relasi Medan – Rantau Prapat. Rangkaian KA feeder ini begitu sampai di stasiun utama (Stasiun Medan) akan dilangsir dan digabung dengan rangkaian KA sebenarnya yang memiliki tujuan seperti diatas.

Binjai (2)Interior K3 Putri Deli

KA Feeder kelas ekonomi plus Putri Deli merupakan rangkaian KA kelas ekonomi yang sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian KA Puteri Deli yang diberangkatkan dari Medan ke Tanjung Balai. KA Feeder ini ditujukan untuk “menjemput” atau sebagai “pengumpan” penumpang dari Binjai ke Medan untuk diberangkatkan ke Tanjung Balai. KA ini berangkat dari Binjai pukul 15.50 sore.

Selain KA Feeder Puteri Deli Binjai, Stasiun KA Binjai juga melayani dua kali pemberangkatan KA Feeder untuk kelas bisnis yakni KA Sribilah. Dari Binjai dibedakan menjadi KA Bisnis AC Sribilah pagi (berangkat pukul 09.20 pagi) dan KA Bisnis Sribilah Malam (berangkat pukul 21.40 malam) dibedakan berdasarkan waktu keberangkatannya. Dua-duanya merupakan bagian dari KA eksekutif Sribilah relasi Medan – Rantau prapat.

Sebelum tanggal 11 September 2009, Stasiun Binjai juga melayani KA Feeder kelas ekonomi untuk jurusan Pematang Siantar, namun karena KA Siantar ekspress menambah jumlah frekwensi keberangkatannya dari Medan, maka KA Feeder untuk jurusan Siantar dihentikan dan pemberangkatan ke Siantar dialihkan seluruhnya, langsung dari Stasiun Besar Medan. KA-KA Feeder dari Binjai ini biasanya hanya terdiri atas dua kereta saja. Walapun begitu, kereta ini biasanya selalu penuh.

Jadwal KeberangkatanJadwal Keberangkatan

Sebagai kereta pengumpan, KA Feeder Binjai merupakan KA langsam alias langsung sampai. Berangkat dari Stasiun Medan dan hanya berhenti di tujuan akhirnya yakni Stasiun Binjai, begitupun sebaliknya, berangkat dari Binjai dan berhenti di Stasiun Medan yang kemudian dilangsir untuk dirangkaikan dengan KA utamanya untuk ditarik menuju tujuan masing-masing (Tanjung Balai ataupun Rantauprapat).

Ketika jalur KA Medan – Binjai masih berjaya pada zaman Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), jalur ini merupakan bagian dari jalur panjang Medan – Pangkalan Susu yang melewati Pangkalan Brandan dan Besitang. Besitang merupakan stasiun dimana jalur KA Sumatera Utara milik DSM bertemu dengan jalur KA milik Atjeh Spoorweg. yang membedakan antara jalur KA milik DSM dan Atjeh Spoorweg ini adalah lebar rel / gauge-nya. DSM memiliki lebar rel seperti yang saat ini digunakan yakni 1067 m sedangkan di Aceh memiliki lebar rel hanya 750 mm atau lebar rel yang umum dipakai untuk jaringan tram. Saat ini jalur KA yang ada di Sumatera Utara dan Aceh kedua-duanya dikelola oleh PT KA (Persero) Divisi Regional I Sumut & NAD. Dari jalur-jalur KA tersebut, yang saat ini bisa digunakan hanya sampai Binjai saja dikarenakan rel menuju ke Besitang masih dalam perbaikan dan betonisasi bantalan, mengganti bantalan kayu menjadi bantalan beton. Hal ini menyebabkan KA “wisata” Besidan (Besitang – Medan) untuk sementara berhenti beroperasi. Sedangkan jalur KA di Aceh sat ini dibangun sedang dengan ukuran lebar rel yang (lagi-lagi) berbeda dengan jalur yang ada di Sumut yakni memiliki lebar 1435mm (ukuran internasional) dan saat ini pun masih menunggu penyelesaian..

Jalur KA Medan – Binjai

Jalur KA sepanjang +/- 20 km dari Stasiun Medan ke Stasun Binjai hingga saat ini (04-10-2009) sebagian besar sudah dilakukan penggantian bantalan menggunaan beton dan peningkatan rel dari R25 ke R42. Karena kereta MTT (Multiple Tie Tamper – Plasser Theurer) milik Dipo Mekanik Tebing Tinggi belum dikaryakan di jalur ini, maka jalur baru tersebut masih agak keriting dan belum rata sehingga taspat pun masih dibatasi hanya sekitar 25 km/jam saja. Saat gw melakukan perjalanan bersama sesama railfans dari divre 1 Medan melalui jalur ini, bantalan beton baru masih banyak berserakan di kanan-kiri rel, bahkan ada juga yang sedang dalam proses penggantian. Ketika mencapai Stasiun Binjai, gunungan bantalan beton hampir “menutupi” seluruh areal emplasemen stasiun, nampaknya bantalan rel ini akan digunakan untuk penggantian bantalan rel dari Binjai sampai Besitang.

Penggantian relPenggantian rel (1)

Binjai (5)Binjai (3)

Stasiun Sepanjang Jalur KA Medan -Binjai

Pada zaman DSM, terdapat beberapa stasiun yang berada di jalur Medan – Binjai sepanjang 20 km ini, yakni: Stasiun Besar MedanStasiun Sikambing – Stasiun Sunggal – Stasiun Sungai Semayang – Stasiun Diski – Stasiun Binjai. Stasiun yang bercetak tebal merupakan staisun yang masih aktif, sedangkan yang bercetak miring merupakan stasiun yang sudah mati, hancur dan hilang. dibawah ini sedikit foto dan deskripsi dari stasiun-stasiun tersebut:

Stasiun Besar Medandapat dilihat disini

Stasiun Sikambing — stasiun ini sudah mati dan bekas-bekasnya pun sudah tidak ada lagi.

Stasiun Sunggal — Stasiun mati, fisik bangunan masih ada, berukuran kecil, masih terlihat sisa-sisa spoor beloknya. Lokasinya terdapat di daerah Sunggal (perbatasan Medan – Binjai)

Sungal (1)Sungal

Stasiun Sungai Semayang — stasiun ini sudah mati dan bekas-bekasnya pun sudah tidak ada lagi.

Stasiun Diski — stasiun mati, bekas dari stasiun ini hanyalah sisa-sisa emplasemen dan sisa-sisa bekas pondasi bangunan saja.

Stasiun DiskiStasiun Diski (1)

Stasiun Binjaisebagai tambahan informasi dapat dilihat disini

Stasiun Binjai merupakan stasiun terakhir untuk KA-KA Feeder yang ditujukan untuk “menjemput” penumpang dari daerah Binjai dan sekitarnya. Stasiun ini hanya melayani kereta penumpang saja karena tidak ada kereta barang yang melintas di jalur ini. Kabarnya dulu ketika jalur ke Besitang masih digunakan pernah ada KA barang pengangkut kayu olahan sejenis tripleks dari daerah Tanjung Pura untuk dibawa ke Pelabuhan Ujung Baru di Belawan. Namun karena sesuatu dan lain hal, KA Barang ini kemudian dihapus.

Stasiun Binjai merupakan Stasiun dimana di zaman dulu merupakan stasiun persimpangan jalur ke Besitang dan jalur ke Kuala. Namun saat ini jalur KA ke Kuala sudah mati dan yang tersisa hanyalah bekas-bekasnya saja (tunggu penelusuran kami di rel mati Binjai-Kuala). Jalur KA menuju Kuala dan Besitang terdapat di sebelah Utara stasiun Binjai.

DSCN8506Water tower

BinjaiBinjai (1)

Binjai (4)

Stasiun ini masih sangat terasa arsitektur kolonialnya. bentuk bangunannya pun megah dan antik. Sangat menyenangkan untuk dapat melihat dan menikmati sisa-sisa kejayaan KA di Sumatera Utara ini. Kabarnya dulu memiliki emplasemen sebanyak 6 buah spoor, namun saat ini yang tersisa hanyalah 3 spoor yang seluruhnya masih berbantalan kayu dan menggunakan rel R25 (beton dan rel belum diganti, namun logistik barang-barang tersebut sudah menumpuk di areal emplasemen stasiun Binjai, tinggal menunggu waktu pemasangannya saja). Selain itu di ujung utara stasiun ini juga masih terdapat sisa water tower dan sumurnya, serta corong pipa pancuran pengisian air untuk lokomotif uap di ujung utara dan selatan emplasemen stasiun ini.

  1. sribilahutama
    October 5th, 2009 at 16:41 | #1

    eh ada ane di gerbong ppcw .
    huahahhahahahaha

  2. bonoholic
    October 7th, 2009 at 18:45 | #2

    RF Medan on the move, mas riky… heheheeh…

  3. sribilahutama
    October 9th, 2009 at 14:32 | #3

    perlahan tapi pasti deh mas gerry .. hehehe

  4. January 28th, 2010 at 10:38 | #4

    Permisi, numpang tanya, apakah KA Besidan sudah kembali beroperasi. Karena saya berencana mau jalan2 ke Divre 1 tahun ini. Ingin mencoba KA Besidan, Putri Deli, dan Siantar Ekspres. Terimakasih.

    Soni

  5. admin
    January 28th, 2010 at 11:40 | #5

    Halo mas Soni… kebetulan kalo KA Besidan sampe saat ini belum beroperasi… masih semboyan 3A disana… ditutup sampe waktu yang belum bisa ditentukan… kalo KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspress masih aktif… plus siapa tau nanti KRDI juga sudah diresmikan. jadi bisa coba deh semuanya… heheheeh….
    nanti kalo mas soni jadi datang ke DIVRE 1 jangan lupa kontak2 ya… siapa tau dari RF divre 1 ada yang bisa menemani… terimakasih udah mampir kemari…. salam ^^

    greg.

  6. March 21st, 2010 at 11:25 | #6

    KA ke Bsitang dah gak adak lagi

  7. admin
    March 22nd, 2010 at 19:25 | #7

    Betul sekali mas Dwiki… sayang sekali sampai saat ini memang belum ada tanda-tanda akan digunakannya kembali koridor Binjai – Besitang. terimakasih sudah mampir.

  8. ahmad
    May 2nd, 2010 at 21:54 | #8

    jalur binjai besitang sebenarnya udah layak kalau dicabut, soalnya nggak terawat, kabel teleponnya udah banyak yang hilang, relnya ditumbuhi rumput liar, dan jalur ini sebenarnya prioritasnya untuk angkut minyak sawit bukan penumpang. ini bisa terlihat dari jalurnya dari binjai hingga tanjung pura yang tidak melewati kota-kota kecil, sayangnya pabrik2 sawit yang sempat berjaya pada jaman dulu pun banyak yang udah ditutup. kecuali jalurnya dilanjutkan hingga ke aceh.

  1. No trackbacks yet.