Peresmian KRDI Sri Lelawangsa di DIVRE 1 Sumatera Utara

IMG_3751Setelah menunggu cukup lama, Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) untuk Divre 1 Sumut yang diberi nama “Sri Lelawangsa” akhirnya diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi oleh Dirjen Perkeretaapian Ir. Tundjung Inderawan Msi. pada hari Selasa, 16 Februari 2010 di Stasiun Besar Medan. Rencana peresmian ini sempat mengalami penundaan beberapa kali sejak Desember 2009 sampai Januari 2010, namun akhirnya diresmikan juga. Nama “Sri Lelawangsa” ini sendiri kabarnya dipilih oleh Gubernur Sumatera, Syamsul Arifin yang memiliki gelar “Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah”.  Selain itu, nama ini juga kabarnya adalah nama salah satu pembesar dari zaman Kerajaan Sriwijaya. Peresmian dilanjutkan dengan melakukan perjalanan perdana kedua set KRDI ini. Set pertama berjalan menuju Belawan dan satu set lagi menuju Tebing Tinggi. Ikut dalam perjalanan ke Belawan yakni Wamenhub Bambang Susantono, Dirjen KA, dan para Petinggi KA Divre 1  beserta jajarannya.

Dua set KRDI produksi PT INKA Madiun ini datang di Medan melalui Pelabuhan Belawan pada awal Desember 2009 dan langsung dimasukkan ke dalam kompleks Balai Yasa dan Dipo Kereta Pulubrayan untuk dicek kelengkapan, test run dan pemasangan atribut seperti stiker dan nama kereta. Petugas dari PT INKA juga sempat beberapa kali datang dari Madiun ke tempat ini untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk memberikan pelatihan pada Masinis dan asisten masinis yang sudah dipilih oleh manajemen PT KA Divre 1.

IMG_3813IMG_3814

IMG_3838IMG_3839

IMG_3851IMG_3992KRDI Sri Lelawangsa ini terdiri atas 2 (dua) set kereta yang masing-masing terdiri atas 4 kereta rel diesel kelas 3 (ekonomi) dengan susunan MeC – Tc-Tc-MeC dengan kapasitas penumpang maksimum sebanyak 574 penumpang. KRDI Set pertama digunakan untuk melayani relasi Medan – Belawan – Medan – Binjai dengan jarak tempuh kurang lebih 45 km melalui perhentian di Stasiun Medan – Pulubrayan – Titi Papan – Labuan – Belawan PP, dan  Medan – Sunggal – Diski – Binjai PP. Sedangkan set ke-dua digunakan untuk melayani relasi Medan – Tebing tinggi yang berjarak tempuh kurang lebih 79 km melalui perhentian di Stasiun Medan – Medan Pasar – Bandar Khalipah – Batangkuis – Araskabu – Lubuk Pakam – Perbaungan – Lidah Tanah – Teluk Mengkudu – Rampah – Bamban – Rambutan – Rantau Laban – Tebing Tinggi PP. KRDI ini merupakan KRDI kelas 3 (tiga) atau kelas ekonomi dengan susunan kursi 2-2 yang saling berhadapan ini memiliki dua buah toilet di dua kereta trailer (Tc) yang berada ditengah rangkaian, selain itu kereta ini juga memiliki blower kipas angin, rak barang dan handle pegangan tangan untuk penumpang yang berdiri. Dijamin penumpang akan merasakan kenyamanan yang ‘lebih’ dibandingkan dengan saat naik KA feeder ekonomi Binjai maupun rangkaian KA ekonomi Putri Deli. Sejak diresmikan, sementara ini SL set 1 masih ‘ngandang’ di BY pulubrayan, sedangkan set ke-dua ‘di Dipo Kereta Pulubrayan.

IMG_3939Jadwal perjalanan dan harga tiket yang akan dikenakan untuk KRDI Sri Lelawangsa hingga kini belum dapat dipastikan, sehingga masyarakat calon penumpang KRDI Sri Lelawangsa ini masih harus menunggu lagi untuk dapat menikmati perjalanan menggunakan “kereta baru”. Berdasarkan pantauan teman-teman DR1RF (Divisi Regional 1 Rail Fans), masyarakat yang berada disekitar jalur perjalanan perdana KRDI ini cukup antusias dan bahkan ada yang ‘mlongo’ terheran-heran dengan kereta baru ini. Selain karena bentuknya yang asing, suara semboyan 35-nya pun sangat keras, cukup memekakkan telinga, berbeda dengan suara S35 lok-lok BB yang umumnya melintas.

Harapannya kini adalah semoga dengan keberadaan KRDI Sri Lelawangsa ini akan membantu Kota Medan dan sekitarnya dalam mengatasi masalah tansportasi dengan harga terjangkau dan juga dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat Medan terhadap dunia perkeretaapian di Sumatera Utara.

IMG_4127IMG_4155

Comments: 6 Comments

6 Responses to “Peresmian KRDI Sri Lelawangsa di DIVRE 1 Sumatera Utara”

  1. sribilahutama says:

    still waiting lah ..
    tapi kalo dah diresmiin kan dah uennak ..
    ayo kapan2 kita cobain lageee !!

  2. admin says:

    KRDI Sri Lelawangsa saat ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Baik untuk tujuan ke Binjai, Belawan maupun ke Tebing Tinggi. Tiket dari 3 ribu sampai 13 ribu rupiah semasa promo.

  3. wini says:

    kalo ke rantau prapat ada gak kereta yang kayak gini…..
    btw boleh minta jadwal ka dari medan ke rantau prapat……
    sekalian hrga tiketnya ya….
    kirim ke e-mail ajah
    tengkyuuuu

  4. ahmad says:

    aduh sayangnya jdw si sri udah dikurangi cuman tinggal sekali sehari ke binjai, kayaknya sosialisasinya kurang jadi masyarakat kurang berminat.

  5. admin says:

    @ Wini: KA dari medan ke rantau prapat dilayani sebanyak 4 kali perjalanan sehari menggunakan KA kelas eksekutif/bisnis “Sribilah”, jadi bukan kereta api seperti KRDI Sri Lelawangsa ini. KA Sribilah memiliki jadwal pemberangkatan dari Medan sebagai berikut: U.2 berangkat jam 08.00 pagi, U.4 jam 10.30 siang, U.6 jam 14.00 sore dan U.8 jam 22.50 malam. Harga tiket KA Sribilah ini berkisar antara Rp. 50.000 – 75.000

    @ Ahmad: KRDI Sri Lelawangsa pada saat ini sedang mengalami kerusakan, dari 2 set yang ada, hanya 1 set yang bisa dipergunakan untuk melayani perjalanan Mebiwanti (Medan – Binjai – Belawan – Tebingtinggi) jadi bukan karena kurang peminatnya. Untuk sementara, sebagai pengganti KRDI yang belum bisa dipergunakan, diganti dengan rangkaian 2 kereta K2 dan 1 K3 yang ditarik oleh lokomotif BB 306/303. Perjalanan KRDI SL terutama di hari minggu dan hari libur memiliki okupansi yang cukup bagus kok bang. Terimakasih sudah mampir.

  6. Fahrunnizar says:

    Hmmmm. Naek Sri Lelawangsa emang enaak banget. Selain ongkosnya yang murah Rp. 3.000 Medan-Binjai. Medan-Belawan, Rp. 5.000 Binjai-Belawan, dan Rp. 13.000 Medan Tebing Tinggi, Di dalamnya juga nyaman kali. Hingga aku lebih memilih naek Kak Sri dari pada naek angkot. Tapi seiring 4 bulan dia melesat dengan anggunnya di rel di Kawasan Mebiwanti, Keangunannya mulai berkurang dengan pecahnya beberapa kaca di beberapa gerbongnya. Lalu tidak adanya tong sampah membuat kereta api ini jadi agak jorok. Jadi sebagai gantinya, Petugas OTC (Official Train Cleaner mungkin) menaruh kardus bekas yang dijadikan ton sampah. Jadilah keanggunan Kak Sri berkurang. Tapi aku bangga dengan Mbak Sri. Eh Kak Sri

Leave a Reply