Geli juga mengingat-ingat bahwa gw yang udah lumayan cukup lama nyungsep di Medan tapi sekalipun belum pernah menginjakkan kaki di Istana Maimoon Medan, padahal ni istana merupakan salah satu tempat tujuan utama buat wisatawan yang datang ke Medan. So, untuk membayar rasa pengen tau dan untuk “melengkapi” perjalanan gw dan mumpung gw juga masih di Medan (sampe kapan yah?… ^^’…) akhirnya gw sengajain juga buat dateng ke istana ini…
Setelah cukup lama gak ngejar-ngejar kereta api (wkwkwkw..) akhirnya tanggal 28 Februari 2009 gw sempet-sempetin buat tur de stasiun sepur di Binjai yang berjarak sekitar 20 km dari Medan dan stasiun KA Lubuk Pakam yang juga berjarak sekitar 20 km. Di siang hari nan bolong sambil naik Minerva “Mimin” R 150, berangkat bareng-bareng dari Stasiun Besar KA Medan, gw kejar-kejaran sama KA Putri Deli relasi Medan – Binjai yang berangkat jam 11.20 dari Medan.. dan dengan sukesnya gw nyampe duluan di Stasiun Binjai daripada tu kereta. Begitu sampe di Stasiun, di pintu masuk-keluarnya udah bejubel tukang-tukang becak motor yang empet-empetan nunggu penumpang yang mau turun.. kebetulan stasiun ini lagi direnovasi cat dan atapnya jadi disana-sini banyak peralatan pertukangan dan material yang cukup bikin sempit jalan masuk… phew..
Suasana stasiun Binjai tu masih kerasa banget aura antiknya. Wesel yang masih manual dengan bentangan kawat disana-sini, bekas emplasemen yang dah gak dipake lagi, bantalan rel yang masih pake kayu (pake rel R25 kalo gak salah sih), bekas tiang pancuran air buat lokomotif uap yang masih berdiri, dan terutama bangunannya yang masih berdesain jaman kolonial.. muantaps twenann bro!



Buat masyarakat yang sering menggunakan jasa transportasi Kereta Api, pastilah pernah ngeliat papan nama stasiun yang berada di ujung jalur masuk dan keluar sebuah stasiun kereta api. Papan berwarna biru dengan logo PT KAI warna orange dan tulisan nama stasiun berwarna putih plus tambahan keterangan berupa tanda “+” (tambah) dengan diikuti beberapa digit angka sekaligus satuan “m” (meter). Berikut ini adalah contoh bentuk papan nama stasiun tersebut.

Tanggal 8 Februari 2009, gw ma olss pergi ke Stasiun KA Belawan yang terletak di antara jalan Medan – Pelabuhan Belawan… berjarak kira-kira 20 km dari Glugur… Dari luar, Stasiun KA ini nampak lengang, sepi banget! gak ada jendela yang terbuka, yang terbuka cuma gerbang masuk ke dalam stasiun aja, itupun kayaknya udah jarang dilewatin orang.. walopun sepi, masih keliatan bersih banget boy! mantap! Stasiun ini masih memiliki ciri khas arsitektur belanda yang kokoh dan masif dan masih terawat dengan cukup baik.. Hanya saja, stasiun ini sekarang cuma dipake buat parkir lokomotif n gerbong-gerbong pengangkut BBM ato CPO aja… udah gak dipake lagi buat angkutan penumpang “berkat” adanya jalan raya medan – belawan yang rame n padetnya minta ampun! penuh angkot, sepeda motor, truk-truk besar, truk-truk tangki dan truk-truk kontainer! full panas, debu n gas buang yang bisa bikin muka langsung item penuh debu kalo gak pake pelindung…
Tur keliling-keliling kota Medan gw mulai lagi barengan sama Olss, Enrico n Manda… Destinasi kali ini ke: Graha Maria Annai Velangkanni.

Graha Maria Annai Velangkanni adalah sebuah tempat wisata iman bagi umat Katolik yang terletak di Taman Sakura Indah, Jl. Sakura III No. 10, Tanjung Selamat, Medan yang dibangun tahun 2001 – 2005 sebagai tempat untuk berziarah dan berdevosi kepada Bunda Maria Penyembuh Orang Sakit (Our Lady of Good Health)… Disana terdapat bangunan yang unik banget! Gereja yang arsitekturnya india abiss!!! Dengan Fasade yang bentuknya seperti candi india yang umumnya ada di tempat-tempat ibadah agama hindu.

Logo dengan warna orange berupa gambar mirip angka 2, dengan kemiringan 70 derajat dan warna dasar warna putih yang menampakkan bagian depan kereta api kecepatan tinggi dengan arah saling berlawanan, serta dibagian bawah tertulis “KERETAPI” dengan warna biru.