Kereta Api Feeder Binjai
KA Feeder merupakan kereta api yang didedikasikan sebagai kereta “penjemput/pengumpan” penumpang yang berada di stasiun yang letaknya relatif tak jauh dari stasiun utama. Umumnya, para penumpang ini memiliki tujuan perjalanan yang kereta apinya diberangkatkan dari stasiun utama. Di daerah kerja PT KA Divre 1 Medan juga terdapat KA feeder, yakni KA Feeder Binjai (sebuah daerah yang berada sekitar 20 km dari kota Medan). KA Feeder Binjai ini terdiri atas beberapa jenis KA feeder, yakni KA feeder ekonomi plus relasi Medan – Tanjung Balai dan KA feeder bisnis Sribilah relasi Medan – Rantau Prapat. Rangkaian KA feeder ini begitu sampai di stasiun utama (Stasiun Medan) akan dilangsir dan digabung dengan rangkaian KA sebenarnya yang memiliki tujuan seperti diatas.


Read more…
September 25th, 2009
admin
KA Siantar Ekspress (KA Sireks)
KA Siantar Ekspress merupakan satu rangkaian KA penumpang kelas ekonomi (K3) yang menguhubungkan Kota Medan dengan Kota Pematang Siantar yang berjarak tempuh sekitar 127 km via Lubuk Pakam dan Tebing Tinggi.
Pada tanggal 11 September 2009 PT KA Divre 1 secara resmi menambah jumlah pemberangkatan KA Sireks menjadi 2 kali PP dari sebelumnya yang hanya sekali saja sebagai antisipasi meningkatnya jumlah penumpang pada musim libur lebaran tahun 2009 ini. Waktu pemberangkatan dari Siantar adalah jam 06.30 dan 15.30, sedangkan pemberangkatan dari Medan jam 11.00 dan 20.00 WIB. Dengan harga tiket Rp. 12.000 untuk orang dewasa dan Rp.10.000 untuk anak-anak. Harga tiket ini jelas lebih murah dibandingkan dengan harga tiket bus antar kota yang bisa mencapai Rp.30.000 sekali jalan. KA Sireks lebaran memiliki stamformasi rangkaian 3 K3 dan 1 BP yang ditarik oleh sebuah lokomotif BB 303.
Sebelum musim lebaran ini, KA Sireks hanya diberangkatkan satu kali saja yakni jam 06.45 dari Stasiun KA Siantar dan jam 17.00 dari Medan. Rangkaian KA Sireks saat itu hanya terdiri atas 2 kereta penumpang kelas 3 atau K3 yang ditarik oleh satu buah loko. Uniknya, begitu mencapai Stasiun KA Tebing Tinggi rangkaian ini akan dilepas dari lokomotifnya dan dilangsir untuk digabungkan dengan rangkaian KA Putri Deli relasi Tanjung Balai/Kisaran – Medan. Rangkaian yang sama-sama akan menuju Stasiun Medan ini digabungkan supaya lebih hemat biaya operasionalnya. Sebaliknya pun begitu, ketika diberangkatkan dari Medan “diikutkan” dengan rangkaian KA Puteri Deli dan kemudian dilepas di Tebing Tinggi untuk ditarik dengan loko-nya sendiri menuju Pematang Siantar. Read more…
Sebagai informasi tambahan dari postingan-postingan gw sebelomnya, dibawah ini gw tampilkan peta lama jalur-jalur kereta api yang meliputi jalur KA milik Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) di Sumatera Utara, Atjeh Tram di Aceh, SSS di Sumatera Barat dan ZSS di Sumatera Selatan. Didalam peta tersebut masih terdapat stasiun-stasiun yang saat ini sudah banyak yang tidak lagi aktif atau berubah fungsi.
Klik gambar untuk memperbesar



Hallo readers, ketemu lagi kita… hehehe… moga belum bosan… kali ini gw mau nulis tentang sekejap perjalanan gw menyusuri 2 buah jalur mati kereta api bekas Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) yang ada di daerah Medan dan sekitarnya di hari Sabtu 30 Mei 2009 … Gini ceritanya…
Hari Jumat gw kontak temen gw Enrico Naibaho si crosser buat ngajakin doi jalan nyari-nyari bangunan stasiun dan rel kereta api yang dah gak dipake lagi alias mangkrak-nyaris ditelen bumi… gw ajak dia soalnya medan yang bakal ditempuh pasti gak kan bisa dilaluin kalo pake motor gw si mimin, kudu pake motor yang bisa diajak ajrut-ajrutan di jalan tanah. kwkwkw… sori min, lu gak gw ajakin kali ini, daripada lu jebol! hehehe… So di hari Sabtu pagi kami mulai perjalanan kami, cuaca cukup mendung berawan, untung gak pake hujan… pertama-tama kami hunting foto dulu disekitar rumah Enrico di daerah Simpang Pos yang kebetulan dekat sama bekas jalur KA Medan-Pancurbatu… disitu kami menemukan satu spoor tua melintang di jalan Luku yang salah satu ujungnya udah gak keliatan lagi karena sudah menembus bagian dasar sebuah rumah.
Read more…
Banyak yang lihat tapi nggak banyak yang tahu mengenai lokomotif uap yang saat ini dijadikan monumen di samping bangunan Stasiun KA Besar Medan… Sesosok lokomotif uap berwarna hitam pudar yang seringkali ketutupan oleh sekian banyak spanduk dan baliho iklan yang menutupi pandangan, apalagi waktu pas pemilu caleg 2009 kemarin, wuhuhuhu… iklan semua! gak keliatan dah!.. keberadaannya menggelitik rasa ingin tahu gw, karena hampir selalu gw lewatin tempat ini dan gak tau apa-apa tentang lokomotif ini. Di lokasi monumen tersebut nggak ada plang ataupun petunjuk keterangan dari PT KA kalo ini tu lokomotif apa, dipakenya kapan, dsb… akhirnya gw coba kumpulin dah dari beberapa sumber sebagai upaya untuk ngasi sedikit informasi mengenai lokomotif ini… kalo ada yang gak pas sori ya, namanya juga usaha… heuehuehueh… here it goes…
Read more…
Recent Comments