Posts Tagged 'Kereta Api'

Jadwal KA DIVRE 1 Sumatera Utara

Sebagai tanggapan atas cukup banyaknya permintaan dari teman-teman yang meminta informasi jadwal keberangkatan kereta api di Sumatera Utara, maka dibawah ini saya tampilkan jadwal KA tersebut.  saya tambahkan juga peta jalur KA Sumut sekaligus petunjuk jaraknya. Semoga bermanfaat.

Silakan klik foto untuk memperbesar.

Telusur Rel Mati Di Jalur KA Sumatera Utara: Bagian 2

Setelah hampir setahun sejak penelusuran yang pertama, akhirnya kelakonan juga untuk telusur jalur yang kedua yakni telusur jalur KA Mati dari Stasiun Lubuk PakamPagarmarbau – Tanahabang – Galang - Petumbukan - SialangBangunpurba di Sumatera Utara. Dalam penelusuran ini saya ditemani oleh Andrea Rio, seorang pencinta kereta dari Medan yang juga sama-sama memiliki rasa ingin tahu tentang sisa-sisa keberadaan jalur KA ini. Perjalanan kami kali ini tetap menggunakan sepeda motor untuk mempermudah mobilitas.

Stasiun KA Lubuk PakamJalur KA Lubuk Pakam – Bangunpurba merupakan salah satu jalur KA di Sumatera Utara yang dibuka oleh perusahaan kereta api Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) untuk kepentingan perkebunan dan sarana angkutan barang. Jalur ini selesai dibangun pada tahun 1904 dan ditutup sekitar tahun 1960-an. Akibat dari penutupan jalur tersebut, maka yang ada pada saat ini hanyalah sisa-sisanya saja. Berikut cerita perjalanan kami mencari sisa-sisa kejayaan jalur Lubuk Pakam – Bangunpurba.

Peresmian KRDI Sri Lelawangsa di DIVRE 1 Sumatera Utara

IMG_3751Setelah menunggu cukup lama, Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) untuk Divre 1 Sumut yang diberi nama “Sri Lelawangsa” akhirnya diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi oleh Dirjen Perkeretaapian Ir. Tundjung Inderawan Msi. pada hari Selasa, 16 Februari 2010 di Stasiun Besar Medan. Rencana peresmian ini sempat mengalami penundaan beberapa kali sejak Desember 2009 sampai Januari 2010, namun akhirnya diresmikan juga. Nama “Sri Lelawangsa” ini sendiri kabarnya dipilih oleh Gubernur Sumatera, Syamsul Arifin yang memiliki gelar “Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah”.  Selain itu, nama ini juga kabarnya adalah nama salah satu pembesar dari zaman Kerajaan Sriwijaya. Peresmian dilanjutkan dengan melakukan perjalanan perdana kedua set KRDI ini. Set pertama berjalan menuju Belawan dan satu set lagi menuju Tebing Tinggi. Ikut dalam perjalanan ke Belawan yakni Wamenhub Bambang Susantono, Dirjen KA, dan para Petinggi KA Divre 1  beserta jajarannya.

Cerita Kereta dari Sumatera Utara

DSC03309Dalam sejarahnya, perkereta apian di Sumatera Utara mengalami pasang surut dan trend yang berubah-ubah, dinamis mengikuti permintaan perkembangan zaman. Begitu juga dengan rangkaian kereta api di Sumatera Utara, ada yang datang dan ada yang pergi… ada yang baru dan ada yang akhirnya terpaksa dihapuskan…

Dalam postingan berikut ini, Sdr. Andrea Rio sebagai kontributor blog, yang sekaligus juga merupakan seorang Railfans ‘die-hard’ dari Divisi Regional 1 Sumatera Utara dan NAD, akan mencoba untuk menceritakan kembali sekelumit sejarah hidup dari beberapa rangkaian kereta api yang sempat jaya di bumi Sumatera Utara, yakni rangkaian KA Putri Ungu, KA Kinantan, KA Dolok Martimbang dan KRD Sri Langkat…  Semoga dapat mendatangkan pengetahuan baru, selamat membaca. -greg-

KA Feeder Binjai dan Jalur KA Medan – Binjai

Kereta Api Feeder Binjai

KA Feeder merupakan kereta api yang didedikasikan sebagai kereta “penjemput/pengumpan” penumpang yang berada di stasiun yang letaknya relatif tak jauh dari stasiun utama. Umumnya, para penumpang ini memiliki tujuan perjalanan yang kereta apinya diberangkatkan dari stasiun utama. Di daerah kerja PT KA Divre 1 Medan juga terdapat KA feeder, yakni KA Feeder Binjai (sebuah daerah yang berada sekitar 20 km dari kota Medan). KA Feeder Binjai ini terdiri atas beberapa jenis KA feeder, yakni KA feeder ekonomi plus relasi Medan – Tanjung Balai dan KA feeder bisnis Sribilah relasi Medan – Rantau Prapat. Rangkaian KA feeder ini begitu sampai di stasiun utama (Stasiun Medan) akan dilangsir dan digabung dengan rangkaian KA sebenarnya yang memiliki tujuan seperti diatas.

Binjai (2)Interior K3 Putri Deli

KA Siantar Ekspress dan Stasiun KA sepanjang Jalur Medan – Siantar

KA Siantar Ekspress (KA Sireks)

KA Siantar Ekspress merupakan satu rangkaian KA penumpang kelas ekonomi (K3) yang menguhubungkan Kota Medan dengan Kota Pematang Siantar yang berjarak tempuh sekitar 127 km via Lubuk Pakam dan Tebing Tinggi.

Pada tanggal 11 September 2009 PT KA Divre 1 secara resmi menambah jumlah pemberangkatan KA Sireks menjadi 2 kali PP dari sebelumnya yang hanya sekali saja sebagai antisipasi meningkatnya jumlah penumpang pada musim libur lebaran tahun 2009 ini. Waktu pemberangkatan dari Siantar adalah jam 06.30 dan 15.30, sedangkan pemberangkatan dari Medan jam 11.00 dan 20.00 WIB. Dengan harga tiket Rp. 12.000 untuk orang dewasa dan Rp.10.000 untuk anak-anak. Harga tiket ini jelas lebih murah dibandingkan dengan harga tiket bus antar kota yang bisa mencapai Rp.30.000 sekali jalan. KA Sireks lebaran memiliki stamformasi rangkaian 3 K3 dan 1 BP yang ditarik oleh sebuah lokomotif BB 303.

way to perbaunganSebelum musim lebaran ini, KA Sireks hanya diberangkatkan satu kali saja yakni jam 06.45 dari Stasiun KA Siantar dan jam 17.00 dari Medan. Rangkaian KA Sireks saat itu hanya terdiri atas 2 kereta penumpang kelas 3 atau K3 yang ditarik oleh satu buah loko. Uniknya, begitu mencapai Stasiun KA Tebing Tinggi rangkaian ini akan dilepas dari lokomotifnya dan dilangsir untuk digabungkan dengan rangkaian KA Putri Deli relasi Tanjung Balai/Kisaran – Medan. Rangkaian yang sama-sama akan menuju Stasiun Medan ini digabungkan supaya lebih hemat biaya operasionalnya. Sebaliknya pun begitu, ketika diberangkatkan dari Medan “diikutkan” dengan rangkaian KA Puteri Deli dan kemudian dilepas di Tebing Tinggi untuk ditarik dengan loko-nya sendiri menuju Pematang Siantar.