Archive

Posts Tagged ‘Sejarah’

Cerita Kereta dari Sumatera Utara

January 26th, 2010 admin 2 comments

DSC03309Dalam sejarahnya, perkereta apian di Sumatera Utara mengalami pasang surut dan trend yang berubah-ubah, dinamis mengikuti permintaan perkembangan zaman. Begitu juga dengan rangkaian kereta api di Sumatera Utara, ada yang datang dan ada yang pergi… ada yang baru dan ada yang akhirnya terpaksa dihapuskan…

Dalam postingan berikut ini, Sdr. Andrea Rio sebagai kontributor blog, yang sekaligus juga merupakan seorang Railfans ‘die-hard’ dari Divisi Regional 1 Sumatera Utara dan NAD, akan mencoba untuk menceritakan kembali sekelumit sejarah hidup dari beberapa rangkaian kereta api yang sempat jaya di bumi Sumatera Utara, yakni rangkaian KA Putri Ungu, KA Kinantan, KA Dolok Martimbang dan KRD Sri Langkat…  Semoga dapat mendatangkan pengetahuan baru, selamat membaca. -greg-

Read more…

Peta Lama Jalur KA di Sumatera

June 4th, 2009 admin 1 comment

Sebagai informasi tambahan dari postingan-postingan gw sebelomnya, dibawah ini gw tampilkan peta lama jalur-jalur kereta api yang meliputi jalur KA milik Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) di Sumatera Utara, Atjeh Tram di Aceh, SSS di Sumatera Barat dan ZSS di Sumatera Selatan. Didalam peta tersebut masih terdapat stasiun-stasiun yang saat ini sudah banyak yang tidak lagi aktif atau berubah fungsi.

Klik gambar untuk memperbesar

Telusur Rel Mati Di Jalur KA Sumatera Utara: Bagian 1

June 2nd, 2009 admin 26 comments

Hallo readers, ketemu lagi kita… hehehe… moga belum bosan… kali ini gw mau nulis tentang sekejap perjalanan gw menyusuri 2 buah jalur mati kereta api bekas Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) yang ada di daerah Medan dan sekitarnya di hari Sabtu 30 Mei 2009 … Gini ceritanya…

rel-mati-jalan-lukuHari Jumat gw kontak temen gw Enrico Naibaho si crosser buat ngajakin doi jalan nyari-nyari bangunan stasiun dan rel kereta api yang dah gak dipake lagi alias mangkrak-nyaris ditelen bumi…  gw ajak dia soalnya medan yang bakal ditempuh pasti gak kan bisa dilaluin kalo pake motor gw si mimin, kudu pake motor yang bisa diajak ajrut-ajrutan di jalan tanah. kwkwkw… sori min, lu gak gw ajakin kali ini, daripada lu jebol! hehehe… So di hari Sabtu pagi kami mulai perjalanan kami, cuaca cukup mendung berawan, untung gak pake hujan… pertama-tama kami hunting foto dulu disekitar rumah Enrico di daerah Simpang Pos yang kebetulan dekat sama bekas jalur KA Medan-Pancurbatu… disitu kami menemukan satu spoor tua melintang di jalan Luku yang salah satu ujungnya udah gak keliatan lagi karena sudah menembus bagian dasar sebuah rumah.

Read more…

Categories: Kereta Api Tags: , , ,

Monumen Lokomotif Uap di Stasiun KA Besar Medan

May 22nd, 2009 admin 4 comments

2-6-4T 38Banyak yang lihat tapi nggak banyak yang tahu mengenai lokomotif uap yang saat ini dijadikan monumen di samping bangunan Stasiun KA Besar Medan…  Sesosok lokomotif uap berwarna hitam pudar yang seringkali ketutupan oleh sekian banyak spanduk dan baliho iklan yang menutupi pandangan, apalagi waktu pas pemilu caleg 2009 kemarin, wuhuhuhu… iklan semua! gak keliatan dah!.. keberadaannya menggelitik rasa ingin tahu gw, karena hampir selalu gw lewatin tempat ini dan gak tau apa-apa tentang lokomotif ini. Di lokasi monumen tersebut nggak ada plang ataupun petunjuk keterangan dari PT KA kalo ini tu lokomotif apa, dipakenya kapan, dsb… akhirnya gw coba kumpulin dah dari beberapa sumber sebagai upaya untuk ngasi sedikit informasi mengenai lokomotif ini… kalo ada yang gak pas sori ya, namanya juga usaha…  heuehuehueh… here it goes

Read more…

Sejarah Singkat PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

December 22nd, 2008 admin 2 comments

Sebelum Kemerdekaan Sampai 1965

pln-wilayah-sumatera-utara

Sejarah kelistrikan di Sumatera Utara bukanlah baru. Kalau listrik mulai ada di wilayah Indonesia tahun 1893 di daerah Batavia (Jakarta sekarang ), maka 30 tahun kemudian (1923) listrik mulai ada di Medan. Sentralnya dibangun di tanah pertapakan Kantor PLN Cabang Medan yang sekarang terletak di Jl. Listrik No. 12 Medan, dibangun oleh perusahaan swasta Belanda yang bernama NV NIGEM / OGEM . Kemudian menyusul pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan (1924), Tebing Tinggi (1927), Sibolga (oleh NV ANIWM), Berastagi dan Tarutung (1929), Tanjung Balai (1931) milik Gemeente – Kotapraja, Labuhan Bilik (1936) dan Tanjung Tiram (1937). Pada masa penjajahan Jepang , Jepang hanya mengambil alih pengelolaan Perusahaan Listrik Swasta Belanda tanpa mengadakan penambahan mesin dan perluasan jaringan sama sekali. Daerah kerja perusaahaan dibagi menjadi Perusahaan Listrik Sumatera Utara, Perusahaan Listrik Jawa dan seterusnya sesuai struktur organisasi pemerintahan tentara Jepang pada waktu itu.

Read more…