Archive

Posts Tagged ‘stasiun’

Cerita Kereta dari Sumatera Utara

January 26th, 2010 admin 2 comments

DSC03309Dalam sejarahnya, perkereta apian di Sumatera Utara mengalami pasang surut dan trend yang berubah-ubah, dinamis mengikuti permintaan perkembangan zaman. Begitu juga dengan rangkaian kereta api di Sumatera Utara, ada yang datang dan ada yang pergi… ada yang baru dan ada yang akhirnya terpaksa dihapuskan…

Dalam postingan berikut ini, Sdr. Andrea Rio sebagai kontributor blog, yang sekaligus juga merupakan seorang Railfans ‘die-hard’ dari Divisi Regional 1 Sumatera Utara dan NAD, akan mencoba untuk menceritakan kembali sekelumit sejarah hidup dari beberapa rangkaian kereta api yang sempat jaya di bumi Sumatera Utara, yakni rangkaian KA Putri Ungu, KA Kinantan, KA Dolok Martimbang dan KRD Sri Langkat…  Semoga dapat mendatangkan pengetahuan baru, selamat membaca. -greg-

Read more…

KA Feeder Binjai dan Jalur KA Medan – Binjai

October 4th, 2009 admin 5 comments

Kereta Api Feeder Binjai

KA Feeder merupakan kereta api yang didedikasikan sebagai kereta “penjemput/pengumpan” penumpang yang berada di stasiun yang letaknya relatif tak jauh dari stasiun utama. Umumnya, para penumpang ini memiliki tujuan perjalanan yang kereta apinya diberangkatkan dari stasiun utama. Di daerah kerja PT KA Divre 1 Medan juga terdapat KA feeder, yakni KA Feeder Binjai (sebuah daerah yang berada sekitar 20 km dari kota Medan). KA Feeder Binjai ini terdiri atas beberapa jenis KA feeder, yakni KA feeder ekonomi plus relasi Medan – Tanjung Balai dan KA feeder bisnis Sribilah relasi Medan – Rantau Prapat. Rangkaian KA feeder ini begitu sampai di stasiun utama (Stasiun Medan) akan dilangsir dan digabung dengan rangkaian KA sebenarnya yang memiliki tujuan seperti diatas.

Binjai (2)Interior K3 Putri Deli

Read more…

KA Siantar Ekspress dan Stasiun KA sepanjang Jalur Medan – Siantar

September 25th, 2009 admin 19 comments

KA Siantar Ekspress (KA Sireks)

KA Siantar Ekspress merupakan satu rangkaian KA penumpang kelas ekonomi (K3) yang menguhubungkan Kota Medan dengan Kota Pematang Siantar yang berjarak tempuh sekitar 127 km via Lubuk Pakam dan Tebing Tinggi.

Pada tanggal 11 September 2009 PT KA Divre 1 secara resmi menambah jumlah pemberangkatan KA Sireks menjadi 2 kali PP dari sebelumnya yang hanya sekali saja sebagai antisipasi meningkatnya jumlah penumpang pada musim libur lebaran tahun 2009 ini. Waktu pemberangkatan dari Siantar adalah jam 06.30 dan 15.30, sedangkan pemberangkatan dari Medan jam 11.00 dan 20.00 WIB. Dengan harga tiket Rp. 12.000 untuk orang dewasa dan Rp.10.000 untuk anak-anak. Harga tiket ini jelas lebih murah dibandingkan dengan harga tiket bus antar kota yang bisa mencapai Rp.30.000 sekali jalan. KA Sireks lebaran memiliki stamformasi rangkaian 3 K3 dan 1 BP yang ditarik oleh sebuah lokomotif BB 303.

way to perbaunganSebelum musim lebaran ini, KA Sireks hanya diberangkatkan satu kali saja yakni jam 06.45 dari Stasiun KA Siantar dan jam 17.00 dari Medan. Rangkaian KA Sireks saat itu hanya terdiri atas 2 kereta penumpang kelas 3 atau K3 yang ditarik oleh satu buah loko. Uniknya, begitu mencapai Stasiun KA Tebing Tinggi rangkaian ini akan dilepas dari lokomotifnya dan dilangsir untuk digabungkan dengan rangkaian KA Putri Deli relasi Tanjung Balai/Kisaran – Medan. Rangkaian yang sama-sama akan menuju Stasiun Medan ini digabungkan supaya lebih hemat biaya operasionalnya. Sebaliknya pun begitu, ketika diberangkatkan dari Medan “diikutkan” dengan rangkaian KA Puteri Deli dan kemudian dilepas di Tebing Tinggi untuk ditarik dengan loko-nya sendiri menuju Pematang Siantar. Read more…

Stasiun KA sepanjang Jalur Medan – Belawan

September 14th, 2009 admin 8 comments

Rel kereta api pertama kali diletakkan di bumi Sumatera Utara oleh Perusahaan Kereta Api Swasta Belanda yang bernama Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) di tahun 1886 yang menghubungkan Kota Medan dan Labuan (laboean) yang merupakan cikal bakal jalur kereta api Medan – Belawan. Sejak dulunya Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan utama Sumatera Utara untuk membawa hasil bumi seperti Tembakau ke luar negeri. Dulu, Labuan merupakan sentral keramaian bahkan sebelum kota Medan berdiri. Pelabuhan Labuan di Sungai Deli inilah yang menjadi pusat perdagangan, transportasi dan bongkar muat barang perkebunan (khususnya tembakau) di Sumatera bagian Timur, akan tetapi karena Labuan seringkali kebanjiran dan tidak mampu mengakomodasi kapal-kapal uap besar maka transportasi usaha perkebunan mulai dikonsentrasikan ke Pelabuhan Belawan.

Labuan Sungai Deli, dawn of 1800's taken from KITLVStasiun Medan di awal tahun 1900-an taken from KITLV

Jalur kereta api Medan – Belawan yang berjarak sekitar 21 km, pada saat itu memiliki beberapa stasiun yaitu Stasiun Medan – Gloegoer – Poeloebraijan – Mabar – Titi Papan – Kampong Besar – Laboean – Belawan – Pasar Belawan – dan Pelabuhan Belawan (Oceaanhaven I – II dan III). Akan tetapi seiring perkembangan waktu, bertambahnya transportasi jalan raya dan berkurangnya tingkat okupansi penumpang maka pada saat ini Jalur Medan – Belawan tidak lagi digunakan untuk mengangkut penumpang melainkan hanya digunakan hanya untuk jalur KA Barang saja yakni KA Barang pengangkut CPO (Crude Palm Oil), PKO (Palm Kernel Oil), getah karet (lateks), BBM dan pupuk. Dulu, saking ramenya jalur Medan belawan ini dilayani oleh double track (triple track dari medan – pulubrayan dan double track dari pulubrayan – belawan) kalo sekarang sih udah sisa satu aja, tinggal bekas-bekasnya aja yang berserakan di beberapa lokasi… Stasiun KA yang saat ini masih digunakan pun tidak lagi sebanyak pada zaman DSM masih berjaya. Stasiun yang masih aktif adalah Stasiun Pulubrayan, Labuan dan Belawan saja. Nah, pada postingan kali ini gw mau nampilin hasil hunting gw di jalur ini…

Read more…

Peta Lama Jalur KA di Sumatera

June 4th, 2009 admin 1 comment

Sebagai informasi tambahan dari postingan-postingan gw sebelomnya, dibawah ini gw tampilkan peta lama jalur-jalur kereta api yang meliputi jalur KA milik Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) di Sumatera Utara, Atjeh Tram di Aceh, SSS di Sumatera Barat dan ZSS di Sumatera Selatan. Didalam peta tersebut masih terdapat stasiun-stasiun yang saat ini sudah banyak yang tidak lagi aktif atau berubah fungsi.

Klik gambar untuk memperbesar