Archive

Posts Tagged ‘Sumatera Utara’

Stasiun KA sepanjang Jalur Medan – Belawan

September 14th, 2009 admin 9 comments

Rel kereta api pertama kali diletakkan di bumi Sumatera Utara oleh Perusahaan Kereta Api Swasta Belanda yang bernama Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) di tahun 1886 yang menghubungkan Kota Medan dan Labuan (laboean) yang merupakan cikal bakal jalur kereta api Medan – Belawan. Sejak dulunya Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan utama Sumatera Utara untuk membawa hasil bumi seperti Tembakau ke luar negeri. Dulu, Labuan merupakan sentral keramaian bahkan sebelum kota Medan berdiri. Pelabuhan Labuan di Sungai Deli inilah yang menjadi pusat perdagangan, transportasi dan bongkar muat barang perkebunan (khususnya tembakau) di Sumatera bagian Timur, akan tetapi karena Labuan seringkali kebanjiran dan tidak mampu mengakomodasi kapal-kapal uap besar maka transportasi usaha perkebunan mulai dikonsentrasikan ke Pelabuhan Belawan.

Labuan Sungai Deli, dawn of 1800's taken from KITLVStasiun Medan di awal tahun 1900-an taken from KITLV

Jalur kereta api Medan – Belawan yang berjarak sekitar 21 km, pada saat itu memiliki beberapa stasiun yaitu Stasiun Medan – Gloegoer – Poeloebraijan – Mabar – Titi Papan – Kampong Besar – Laboean – Belawan – Pasar Belawan – dan Pelabuhan Belawan (Oceaanhaven I – II dan III). Akan tetapi seiring perkembangan waktu, bertambahnya transportasi jalan raya dan berkurangnya tingkat okupansi penumpang maka pada saat ini Jalur Medan – Belawan tidak lagi digunakan untuk mengangkut penumpang melainkan hanya digunakan hanya untuk jalur KA Barang saja yakni KA Barang pengangkut CPO (Crude Palm Oil), PKO (Palm Kernel Oil), getah karet (lateks), BBM dan pupuk. Dulu, saking ramenya jalur Medan belawan ini dilayani oleh double track (triple track dari medan – pulubrayan dan double track dari pulubrayan – belawan) kalo sekarang sih udah sisa satu aja, tinggal bekas-bekasnya aja yang berserakan di beberapa lokasi… Stasiun KA yang saat ini masih digunakan pun tidak lagi sebanyak pada zaman DSM masih berjaya. Stasiun yang masih aktif adalah Stasiun Pulubrayan, Labuan dan Belawan saja. Nah, pada postingan kali ini gw mau nampilin hasil hunting gw di jalur ini…

Read more…

Taman Buaya Asam Kumbang

June 8th, 2009 admin 4 comments

gerbang-masukBuat yang suka jalan-jalan dengan tingkat deg-degan yang lumayan, ada satu tempat wisata yang cukup unik di Medan yaitu sebuah tempat penangkaran buaya yang punya nama beken “Taman Buaya Asam Kumbang”. Terletak di Desa Asam Kumbang, kecamatan Medan Selayang, Medan dan menempati lahan seluas 2 hektar yang dipenuhi pepohonan besar dan sebuah kolam rawa yang cukup luas membuat tempat ini juga cocok buat yang pengen ngadem n doyan cari ijo-ijo. hehehe… Apalagi tiket masuknya cuma sebesar 5000 perak buat orang dewasa dan 2500 aja buat anak dibawah 10 tahun…

Penangkaran ini awalnya hanya memiliki 12 ekor buaya di tahun 1959 yang bertambah terus sehingga mencapai 2000-an ekor saat ini. Buaya yang ditangkarkan di tempat ini ada dua jenis, yaitu Buaya Muara (Crocodilus Porosus) yang punya reputasi sebagai buaya terganas di dunia dan Buaya Sinyulong (Tomistomas Schelegelii). Keduanya merupakan buaya yang dilindungi oleh undang-undang sebagai spesies langka. Yang paling banyak disini sih berasal dari jenis buaya muara. Buat pakan tu buaya, pengelola harus menyediakan 1 ton daging ayam setiap harinya… gile cing, boros pisan yah… hahaha… Read more…

Peta Lama Jalur KA di Sumatera

June 4th, 2009 admin 1 comment

Sebagai informasi tambahan dari postingan-postingan gw sebelomnya, dibawah ini gw tampilkan peta lama jalur-jalur kereta api yang meliputi jalur KA milik Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) di Sumatera Utara, Atjeh Tram di Aceh, SSS di Sumatera Barat dan ZSS di Sumatera Selatan. Didalam peta tersebut masih terdapat stasiun-stasiun yang saat ini sudah banyak yang tidak lagi aktif atau berubah fungsi.

Klik gambar untuk memperbesar

Stasiun KA Rantauprapat dan Stasiun KA Marbau

May 27th, 2009 admin 12 comments

di-depan-stasiunKemarin, tanggal 26 Mei 2009, kebetulan ada tugas dinas keluar kantor ke Rantauprapat, akhirnya datang juga kesempatan buat ngedatengin stasiun KA Rantauprapat (Rap). Stasiun ini merupakan salah satu end of the line di DIVRE I Sumut & NAD selain Stasiun KA Tanjung Balai (Tnb)yang udah gw ceritain di postingan sebelumnya. Gw kesini bareng pak Haryono (temen sekantor yang kebetulan doyan juga sama kereta api), pas kami datang pintu gerbang stasiun masih digembok karena emang belum waktunya dibuka, gak ilang akal kita bujukin sekuriti dah buat ngasi ijin masuk.. hehehe… Didalem stasiun kebetulan lagi ada lokomotif BB 303 33 yang lagi langsir, katanya si mau buat narik KA Sribilah yang mau menuju ke arah Medan…

Read more…

Monumen Lokomotif Uap di Stasiun KA Besar Medan

May 22nd, 2009 admin 5 comments

2-6-4T 38Banyak yang lihat tapi nggak banyak yang tahu mengenai lokomotif uap yang saat ini dijadikan monumen di samping bangunan Stasiun KA Besar Medan…  Sesosok lokomotif uap berwarna hitam pudar yang seringkali ketutupan oleh sekian banyak spanduk dan baliho iklan yang menutupi pandangan, apalagi waktu pas pemilu caleg 2009 kemarin, wuhuhuhu… iklan semua! gak keliatan dah!.. keberadaannya menggelitik rasa ingin tahu gw, karena hampir selalu gw lewatin tempat ini dan gak tau apa-apa tentang lokomotif ini. Di lokasi monumen tersebut nggak ada plang ataupun petunjuk keterangan dari PT KA kalo ini tu lokomotif apa, dipakenya kapan, dsb… akhirnya gw coba kumpulin dah dari beberapa sumber sebagai upaya untuk ngasi sedikit informasi mengenai lokomotif ini… kalo ada yang gak pas sori ya, namanya juga usaha…  heuehuehueh… here it goes

Read more…